Nama Dan Alamat kantor Notaris

Nama dan Alamat kantor Notaris

Berikut adalah data para Notaris yang mempunyai reputasi dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara:

*Bapak AZWAR, SH, SpN. Jl. Bangka No. 6 Medan, Tel: 061-7786 6573, Hp: 081 2653 2587.

*Bapak BELAHIM,SH, M.Kn. Jl. Glugur No.43 Medan, Tel:061-4142997, Hp: 081 160 8779.

* Bapak SAN SMITH, SH Jl.Asia No.515 d/h 548-D Medan, Tel: 061-7332975, Hp: 081 2651 6810.


* Bapak TJONG DEDDY ISKANDAR, SH Jl.Veteran No.146/94 Medan, Tel: 061-4557359, Hp: 081 2609 3299.


* Bapak EDY,SH Jl. Asahan No. 1 C Medan, Tel/Fax: 061-4560427, Hp: 081 2602 1336, Flexi: 061-7781 9457


* Bapak EDDY SIMIN, SH Jl. Timor No.23-A Medan, Tel: 061-4531250, Hp: 081 165 1677.


* Bapak HENRY TJONG, SH Jl. Kejaksaan No. 10-C Medan Tel: 061-4150619, Hp: 081 2600 2263.


* Bapak JHON LANGSUNG, SH, SpN Jl. Gandhi No. 140/148 Medan, Tel: 061-7358583; 7360340, Hp: 081 161 5421.


* Bapak FUJIYANTO NGARIAWAN, SH Jl. Sei Kera No.3 Medan, Tel: 061-4564965, Hp: 081 6317 3380.


* Ibu ROOSMIDAR, SH Jl. Sena No.30, Medan, Tel:061-4534373, Hp: 081 6300 258.


* Ibu SUSAN WIDJAJA, SH Komp. Multatuli Indah Blok AA No.41, Medan, Tel:061-4147172, Hp: 081 165 0201.


* Ibu HUSTIATI, SH Jl. Hindu No.5, Medan, Tel:061-4513255.


* Ibu MIMIN RUSLI, SH Jl. Jend. A. Yani VII No.14, Medan, Tel:061-4565467, 4565476, Hp: 081 165 4421.


* Bapak FRANKY TJOKROAHDYMULYA, SH Jl. Banda Aceh No.59-A Medan, Tel: 061-4555752, Hp: 081 2600 1058.


* Bapak SARTONO SIMBOLON, SH Jl. P. J. Nehru Np. 20-B Medan, Tel: 061-4563171, Hp: 0852 7001 7833.


* Bapak Drs. SUGISNO, SH Jl. Pemuda Baru II No.15-17, Medan, Tel:061-4154842;4158328.

* Bapak UTON UTOMO, SH Jl. Sutomo No. 546, Medan, Tel: 061- 4567349, Hp: 081 161 3659.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Apa Itu Broker ?

APA ITU BROKER ?


Apa yang muncul di benak Anda terkala mendengar kata broker ? Pernah dengar istilah mak comblang ? Kalo yang ini Anda pasti tahu, mungkin malah pernah jadi mak comblang. Ketika dua orang saling suka atau dua orang tidak saling kenal, mak comblanglah yang bertugas untuk mempercepat perkenalannya. Bahkan, mak comblang juga bertugas mengatur strategi supaya pasangan ini bisa bertemu dan akhirnya jadian atau menikah. Jika pihak pertama mengeluh, mak comblang juga yang berusaha menyampaikan pesan itu kepada pihak kedua. Demikian juga jika sejoli tidak jadi bersatu, mak comblang juga dianggap gagal. Nah di dunia properti, penjualan dan pembelian melalui broker layaknya penyatuan sepasang kekasih oleh mak comblang dalam dunia percintaan. Peran broker bisa dikatakan serupa dengan mak comblang.
Setelah produsen, dalam hal ini developer, menghasilkan properti, bisa jadi properti yang dihasilkan tidak bisa berada di tangan pembeli sesuai target penjualan. Properti di sini berbentuk segala macam fungsi tanah dan bangunan baik yang dijual atau disewakan, di antaranya rumah, ruko, rusun, town house, apartemen, kondominium, bahkan tanah kosong. Dari pengalaman ini, dibutuhkan satu pihak lagi dalam mengusahakan yang terbaik bagi kedua belah pihak. Sang developer harus puas karena produknya laku. Di sisi lain, pembeli juga harus merasa puas karena telah membeli produk rumah yang tepat dan sesuai kebutuhan.
Broker bisa perorangan maupun perusahaan, dengan sistem kerja dan target pasar yang berbeda pula. Pada prinsipnya, seorang broker menjual jasa negosiasi, konsultasi, hingga perencanaan penjualan yang diperlukan, demi terjadinya jual beli seperti yang diinginkan oleh kedua belah pihak. Maka persepsi yang sering muncul di masyarakat mengenai broker sebatas calo, tukang pungut komisi, orang yang hanya memperpanjang rantai masalah dan sebagainya, tidak tepat lagi. Dalam skala penjualan yang besar, peran broker properti, atau juga biasa disebut agen properti malah semakin penting.
Minimal ada dua poin utama kenapa broker perlu dilibatkan dalam proses transaksi jual beli suatu produk. Dalam bidang properti, sebut saja dalam penjualan unit-unit apartemen yang jumlahnya ribuan, bukankah lebih aman dan praktis jika penjualan dipegang oleh lembaga tertentu ? Jadi, developer tinggal terima bersih hasilnya. Adanya agen properti atau broker yang berdiri sebagai tangan kedua akan meringankan beban produsen. Produsen, dalam hal ini developer, bisa fokus ke pengembangan produk berikutnya.
Poin kedua, kebebasan pembeli dalam memilih properti sangat dijunjung tinggi. Hasilnya ? Pembeli akan lebih puas. Kenapa ? Broker adalah curahan segala komplain, tong konsultasi dan rekan yang pertama untuk para pembeli. Pembeli tidak perlu begitu repot melalui tetek bengek urusan legal dan negosiasi yang kadang tidak berujung tercapainya kesepakatan. Adanya broker juga akan meringankan beban pembeli. Pembeli akan mendapatkan apa yang dia mau melalui broker. Ibarat Raja, pembeli dan penjual seakan memiliki patih yang siap sedia menjalankan titah demi tercapainya tujuan.
LINGKUP KERJA BROKER
Seperti sedikit diulas di atas, peran broker tidak sulit tetapi juga tidak gampang. Tidak seharusnya pula anggapan masyarakat tentang broker sebagai tukang pungut dan calo melekat terus. Tuntutan profesionalitas terhadap broker pun sekarang semakin tinggi. Tapi, ini juga berbanding lurus dengan pendapatan mereka yang sekelas direktur. Maka, tidak sekedar jadi perantara saja, seorang broker harus mampu menjadi negosiator ulung, perencana aktif dan pengeksekutor yang baik. Berikut ini adalah lingkup kerja seorang broker.
Problem Seeker (pencari masalah)
Pencari masalah di sini bukan dalam tanda kutip tapi benar-benar mencari masalah yang melekat pada pemilik atau penjual, properti, dan pembeli. Tetapi, broker jangan sampai terjebak menjadi pembuat masalah atau trouble maker yang merugikan. Pencarian masalah pada ketiga elemen di atas harus selalu berpihak pada tercapainya suatu kesepakatan dan tujuan, yang dalam hal ini transaksi.
Kita bisa mengandaikan masalah rumah terletak pada umur bangunan yang sudah renta. Misalnya, broker tidak tahu-menahu bahwa ternyata rumah tersebut juga terbuat dari kualitas bangunan yang murah dan membahayakan. Maka yang terjadi, karena tidak adanya keterangan dari broker, pembeli berikutnya pasti merasa tertipu. Jika transaksi sudah terlanjur terjadi dan pemilik baru benar-benar kena getahnya, maka urusan after sales servis tidak bisa dianggap remeh. Jangan-jangan broker harus mengurusi semua kerusakan yang terjadi setelah rumah dihuni. Bayangkan, ini hanya terjadi karena broker tidak memahami masalah konstruksi bangunan dan materialnya, bahkan meremehkannya. Masalah lain yang biasa dijumpai adalah sengketa pada obyek yang akan dijual. Sejarah rumah yang ruwet ini biasanya menjadi sesuatu yang membuat bungkam penjual. Jika broker tidak tahu dan tidak pandai mencari tahu, maka akibat berikutnya sudah pasti akan menyeret broker juga.
Terhadap pemilik lama dan calon pemilik baru, seorang broker harus berlaku adil dalam mencari tahu masalah karakter dan keinginan mereka, agar broker bisa bertindak dengan cepat. Tidak jarang ditemui di lapangan, pemilik yang masih tidak bisa profesional. Kadang broker diperlakukan sekadar sebagai pemulus transaksi. Anggapan ini akhirnya berlanjut pada pembayaran komisi yang tidak sebanding dengan rantai kerja yang sudah dijalani broker. Nah, di titik inilah broker harus mampu menemukan tempat dan perannya.
Perantara
Seorang broker bertugas juga sebagai perantara. Tugas ini muncul karena penjual dan pembeli tidak selalu dapat bertemu secara langsung. Di sinilah peran perantara diperlukan. Broker properti menjadi informan bagi masing-masing pihak dalam berbagai hal terkait dengan masalah jual beli properti. Broker wajib melancarkan proses bertemunya penjual dan pembeli dan membantu mereka melakukan negosiasi. Segala hal yang dibutuhkan demi terjadinya transaksi harus disiapkan oleh perantara ini, seperti informasi mengenai bangunan, tanah dan lokasi, notaris, notulen, saksi dan waktu pertemuan. Brokerlah yang mengakomodasi kebutuhan dan batasan yang ingin disampaikan pihak pertama ke pihak kedua dan sebaliknya.
Katalisator
Dalam ilmu kimia, katalisator adalah sebuah senyawa kimia yang berperan dalam mempercepat terjadinya reaksi kimia antara dua senyawa/unsur. Broker adalah katalisator terjadinya transaksi dan negosiasi yang dibutuhkan oleh penjual dan pembeli. Broker mempercepat terjadinya proses transaksi yang mungkin bakal tersendat karena keterbatasan komunikasi, jarak dan waktu antara penjual dan pembeli.
Broker tidak boleh berpihak pada salah satu saja. Kecenderungan hanya akan membawa masalah. Broker adalah pihak yang netral, maka keberadaannya harus bisa dipercaya oleh kedua belah pihak. Broker yang hanya pro terhadap komisi biasanya tidak akan bertahan lama. Jangan berpedoman asal mempercepat proses tapi pelayanan kurang.
Sebagai katalisator, seorang broker selayaknya memiliki sistem kerja yang sistematis. Perencanaan dan target adalah hal penting yang harus dipenuhi. Misalnya, jika target transaksi terjadi pada pembeli ke tiga maka dari pertemuan per prospek (calon pembeli) dalam kurun waktu 3 kali atau 2 kali, broker harus bisa peka terhadap antusiasme sang buyer (pembeli). Sehingga, bila kondisi buyer tidak lagi tertarik pada properti, broker harus segera melakukan rencana berikutnya sehingga target closing (transaksi) yang dijadwalkan bisa terpenuhi.
Pembuka Jalur Komunikasi
Keaktifan seorang broker berdampak besar pada terbukanya peluang-peluang lain yang sepadan dengan usahanya. Tidak sepatutnya broker berdiam diri dalam melakukan tugasnya. Setiap rencana matang tidak boleh berhenti begitu saja. Rencana yang sudah dibuat susah payah harus dilanjutkan dengan pelaksanaan. Tidak harus memburu satu orang sebagai prospek pembeli atau penjual tetapi sediakan cadangannya. Sehingga, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan broker masih punya kesempatan lain dan tetap bersemangat.
Di lapangan, banyak terjadi broker berhenti di titik calon pembeli yang cuek atau susah atau susah dihubungi. Broker yang bersemangat pasti akan melakukan pendekatan personal kenapa ia bisa tidak tertarik. Broker berhak untuk menanyakan kepada calon pembeli apakah dia bersedia memberi tahu kenalannya yang mungkin saja tertarik membeli properti yang tidak ia suka. Nah, hanya broker yang aktif dan rajin saja yang bisa mendapatkan jaringan luas.
Ada kalanya pembeli dan penjual malas dihubungi. Inilah waktu bagi broker dalam menjalankan perannya. Jika pembeli diam saja, tentu broker tidak tahu apa yang terjadi bukan ? Minimal buat janji dan datang ke kediamannya. Mungkin saja pembeli atau penjual malas datang karena lokasi janjian terlalu jauh atau memang sudah tidak tertarik dengan penawaran. Seorang broker yang baik harus peka terhadap perubahan kondisi dan sikap dari kliennya. Jadi meskipun kasus penjualan yang dihadapi serupa tapi sesungguhnya pendekatan tidak bisa disamaratakan. Adakalanya pembeli tidak suka jika hanya di-sms saja, melainkan harus lewat telepon. Nah yang tahu bagaimana broker harus aktif bersikap adalah broker sendiri.
Negosiator
Kemampuan negosiasi inilah yang menjadi roh seorang broker. Jika jalan komunikasi penjual dan pembeli terputus, adalah tugas seorang broker properti untuk membukannya kembali. Jangan juga menjadi biang masalah baru sehingga pihak-pihak yang tadinya terlibat dengan Anda memutuskan untuk jalan sendiri. Banyak dijumpai kasus saat penjual atau pembeli berkhianat pada brokernya. Berkhianat di sini artinya penjual melakukan transaksi secara langsung dengan pembeli tanpa melibatkan broker. Komisi broker pun jadi nol. Padahal segala persiapan untuk mendukung hal tersebut dikerjakan oleh broker. Jangan sampai ini terjadi.
Jadilah broker yang paham kondisi klien Anda. Argumentasi dari masing-masing pihak harus Anda pahami dan tampung. Temukan benang merah kebutuhan dan ketidakcocokan dari kedua pihak. Kemukakan alasan yang masuk akal bagi kedua pihak tanpa condong ke salah satunya. Ingat bahwa Anda bertindak atas dasar dua kepentingan, bukan untuk diri Anda sendiri.
Mengungkapkan kebenaran dan kemampuan berbicara harus terus diasah. Jangan sampai membuat kesalahpahaman. Ada kalanya dijumpai bahwa penjual menolak angkat kaki dari rumah /apartemen/rusun pada jadwal yang telah ditentukan, padahal kesepakatan sudah ditandatangani. Apa yang akan Anda perbuat ? Yang bisa dilakukan oleh broker adalah membantu kedua pihak menjalankan kewajiban dan mendapatkan haknya masing-masing.
Problem Solver (pemberi solusi)
Tidak cukup hanya diam dan mendengarkan pihak-pihak saling mempertahankan kebutuhannya masing-masing, broker harus memiliki sudut pandang yang netral sehingga mampu mencarikan jalan keluar yang saling menguntungkan bagi pihak yang berkempentingan maupun untuk dirinya. Cari solusi bila ada ketidaksesuaian antara penjual dan pembeli, dengan pendekatan win-win solution. Jangan terperangkap pada masalah yang kecil. Jangan-jangan hanya karena masalah komunikasi saja, terjadi selisih paham antara kedua klien Anda. Jadi pahami masalahnya sebelum angkat bicara. Jika sudah mentok, tanyalah pada yang lebih berpengalaman. Mungkin saja senior Anda sudah pernah mengalami ini sebelumnya. Sepertinya tugas broker mudah saja, cukup menghubungkan antara pemilik properti dan calon pembeli. Tapi, ternyata tugasnya tidak segampang itu. Untuk itu, broker berhak mendapatkan apresiasi berupa komisi atas jasa yang dijualnya. Belum lagi kalau tidak terjadi transaksi. Tentu saja hasil usaha kerasnya belum tampak. Yang patut dijadikan impian adalah mendapatkan transaksi sehingga biaya yang telah dikeluarkan bisa tertutupi, dan ini artinya kerja keras setiap hari.
sumber: Kaya jadi Broker Properti oleh Handy S. Winata

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kiat memilih Tanah untuk membangun Rumah

KIAT MEMILIH TANAH UNTUK MEMBANGUN RUMAH

Selain tempat yang tinggi dan menjulang, rendah dan menyesak, bergetaran perusak serta tanah ganjil, tentu saja masih banyak lagi yang tidak layak dijadikan tempat tinggal. Untuk memilih lokasi sebaiknya meminta petunjuk pada seorang pakar fengshui yang benar-benar ahli.
Tanah yang banyak berpasir sebaiknya tidak dibeli untuk dibangun rumah. Karena energi tanah dari tanah yang banyak berpasir mudah terhambur. Tak dapat menyimpan energi tanah yang pekat di dalamnya.
Tanah yang banyak berbatu sebaiknya tidak dibeli untuk membangun rumah pula. Karena energi tanah dari tanah yang berbatu pun mudah terhambur. Bila letak geografisnya tidak menguntungkan akan berakibat buruk. Tekstur tanah yang baik adalah tanah yang akan menggumpal bila kita meremasnya dengan telapak tangan. Namun bukan jenis tanah liat, berkisar di antara jenis tanah liat dan tanah biasa.
Dalam pemilihan tanah, sebaiknya bagian belakang agak tinggi, ini disebut belakang ada sandaran. Naga datang dijemput dari depan, berarti energi tanah diterima dengan baik. Rumah yang demikian akan duduk secara pas dan rapi di atas dudukan dataran luas. Sebelum membangun sebuah rumah, periksalah sisi kiri dan sisi kanannya apakah ada sandaran tangan atau tidak ? Sandaran tangan merupakan pelindung, melambangkan Dewa Penolong, juga bermakna menabung angin mengumpulkan energi, dapat memperoleh banyak bantuan.
Bagian depan rumah sebaiknya memiliki medan penglihatan yang luas, tidak boleh ada jurang atau lubang yang dalam; sebaiknya berupa dataran luas atau tanah yang sedikit menurun. Lebih baik lagi kalau di kejauhan ada danau. Jika di seberangnya ada rumah, boleh-boleh saja, tetapi pintu utama kita jangan berhadap-hadapan dengan sudut rumah seberang.
Empat prinsip utama untuk tempat pemakaman adalah: belakang ada sandaran, kanan-kiri ada rangkulan, depan ada cermin, di atas cermin ada buih. Sebenarnya empat prinsip utama ini pun dapat diterapkan untuk rumah tinggal. Jadi, dalam hal memilih tanah, baik tempat makam maupun rumah tinggal, memiliki prinsip yang sama.
Memilih tanah untuk membangun rumah di kota, biasanya tanahnya agak datar. Namun dengan mengamati aliran air kali, kita dapat mengetahui mana lokasi yang lebih tinggi, mana lokasi yang lebih rendah. Tingkat keliatan tanahnya harus diperhatikan. Lalu amati pula bangunan di sisi kanan dan sisi kiri rumah yang hendak dibangun, apakah serasi atau tidak?
Apakah mendukung rumah yang akan kita bangun? Setelah bangunannya rampung, perhatikan pula pemandangan di depan rumah apakah ada sesuatu obyek yang merintangi? Karena kita akan mendiami rumah tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama, maka pemandangan yang indah tentu saja akan membuat suasana hati terasa nyaman setiap kali keluar masuk rumah.
Sebaliknya, jika di depan pintu ada urukan sampah, tiang listrik, sudut rumah seberang, peternakan ayam, dan lain sebagainya, maka rintangan serta suasana demikian dapat mempengaruhi suasana hati segenap penghuni rumah, membuat jiwa penghuni tertekan. Begitu pula jika di depan rumah terdapat kebun sayur, liang tempat penampungan pupuk kandang, atau tanaman yang diberi pupuk kandang ayam, maka ini juga akan merusak getaran tanah setempat. Hal seperti tempat pembakaran sampah di depan pintu rumah, benturan jalan di depan pintu rumah, cerobong asap di seberang rumah, tempat ibadah yang ada di depan atau di belakang rumah, semuanya dapat mempengaruhi getaran tanah. Hendaknya lebih bersikap hati-hati.
Sebelum memilih tanah untuk membangun rumah, selidikilah terlebih dahulu bekas fungsi tanah tersebut. Apakah tanah tersebut bekas sawah, ladang, kebun kayu, peternakan, pabrik, ladang peternakan, jalan, padang rumput, atau lain sebagainya? Semua yang disebut di atas tidak ada masalah.
Jika tanah tersebut bekas lokasi kebakaran, rumah kuno di atas satu abad, pejagalan, kuburan, tempat ibadah, rumah sakit, tempat kremasi, kuburan tak bertuan, prasasti dan lain sebagainya, maka tanah yang demikian tidak mujur.
Jika hendak membangun rumah di atas tanah bekas peternakan ayam, kuda, sapi, babi dan hewan ternak lainnya, bisa juga dengan cara menggali tanah sedalam 50 cm, kemudian diuruk dengan tanah yang bersih. Dengan demikian tak perlu lagi kuatir.
Andai kata terpaksa harus membangun rumah di atas tanah yang memiliki getaran perusak, maka sebelum pembangunan dimulai harus melakukan pembersihan secara agamawi. Mintalah para bhiksu membacakan doa dan sutra untuk upaya penyeberangan.
Kebiasaan saya mengamati fengshui sebuah rumah tinggal, yang pertama-tama diamati adalah tanahnya, kemudian bentuk rumah. Semua ini dengan tujuan untuk melihat kekuatan getaran. Jika getarannya kuat, rumah tersebut pasti akan menuju kejayaan; Jika getarannya lemah, rumah tersebut pasti akan menuju kemerosotan. Rumah yang besar mesti diimbangi dengan getaran tanah yang besar, demikian pula rumah yang kecil mesti diimbangi dengan getaran tanah yang kecil.
Rumah mungil yang dibangun di lokasi yang getaran tanahnya besar merupakan suatu pemborosan. Rumah besar yang dibangun di lokasi yang getaran tanahnya kecil merupakan suatu kemerosotan.
Selain itu, kota di jaman sekarang memiliki infrastruktur yang mudah menembus ke mana-mana. Kendaraan yang melaju di jalanan turut menciptakan semacam getaran tertentu. Ada jalan yang lurus, ada pula jalan yang berliku-liku menciptakan efek busur sebalik.
Dalam hal memilih tanah untuk membangun rumah, hindarilah jalan yang dapat menimbulkan efek benturan jalan atau busur sebalik (tusuk sate). Bangunan yang terdapat benturan jalan boleh digunakan sebagai kantor polisi, kantor pemerintah, tempat ibadah.
Saya perhatikan satu hal, hingga saat ini masih saja ada orang yang mengatakan fengshui adalah sesuatu yang takhayul. Sebenarnya fengshui bukan takhayul, singkat kata, fengshui adalah ilmu lingkungan yang lebih mendalam. Lingkungan yang nyaman tentu saja akan menciptakan suasana hati yang nyaman. Jika manusia dapat selalu berada dalam suasana hati yang nyaman, maka segala usahanya pun akan sukses.
Kiat Memilih Tanah untuk Membangun Rumah yang saya kemukakan di sini, tentu saja hanya hal yang pokok-pokok saja. Masih banyak lagi hal yang lebih detil yang lebih mendalam. Semoga saya dapat menemukan orang yang berjodoh untuk dibeberkan lebih rinci. Semoga tulisan ini dapat memperluas wawasan fengshui para pembaca.
Sumber: Pengulasan Fengshui Rumah Tinggal oleh Seng-yen Lu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS